Jl. Dewi Sartika Gg Al-Khasiyun No. 22 Kel, Cipayung, Ciputat
0813-9527-8802

24/7 Customer Support

Call: 0813-9527-8802

Free Shipping Jakarta

Call us for information

Money Back Guarantee

45 days return Service

I can say without doubt that your team are a true pleasure to work with. They are easy to communicate with which make process smooth. Highly recommended.

Vijay , ABC infotech

  • Vijay
  • Joth Soe
  • Willium Smith
  • Lora smith

Exclusive This Month

Join 100,321 Happy readers And Get Access To Our Entire Collection Of 1000 ebooks For The Price Of One

We offer a 45 Day Money Back Guarantee, so joining is risk-free!

 
Sign Up Today

New arrivals

Featured Products

staff picks

Latest from our blog

We love to share our thoughts

Buku ini mengangkat salah satu sudut warna Islam di Nusantara, yaitu Islam yang berkembang di wilayah Kepulauan Aru, Maluku Utara, tepatnya di sebuah desa bernama Lutur. Kajian Islam di wilayah Indonsia Timur harus diakui kerap terlupakan. Padahal Islam di Nusantara bukanlah semata berhenti di pulau Jawa, tetapi juga berkembang hingga ke berbagai kepulauan nan jauh disana di wilayah timur Indonesia, salah satunya adalah Kepulauan Aru, Maluku Utara. Sebagaimana diketahui, di wilayah Maluku dahulu terdapat dua kerajaan Islam yang sangat terkenal yaitu Ternate dan Tidore. Dari dua kerajaan Islam inilah, ajaran Islam semakin menancapkan pengaruhnya di tengah masyarakat.

Melalui jalur perdagangan laut, para pedagang Muslim dari berbagai wilayah berdatangan ke kepulauan Maluku, baik yang berasal dari wilayah Nusantara seperti dari Gowa dan Makassar, juga dari luar wilayah Nusantara. Seiring waktu, perlahan para pedagang Muslim ini memberi pengaruh kepada warga setempat sehingga warga pun ada yang tertarik untuk masuk memeluk agama Islam. Demikianlah hal ini juga berlangsung di Desa Lutur, Kepulauan Aru. Tercatat ajaran Islam mulai masuk dan dikenal di Desa Lutur pada abad ke-19.

Buku ini lebih lanjut membahas proses Islamisasi di Desa Lutur yang berlangsung secara toleran, menyerap berbagai aspek tradisi yang positif, dimana dakwah dilakukan melalui pendekatan seni-budaya. Salah satu contohnya dalah pencak silat yang ditampilkan pada hari raya idul fitri dan hari peringatan kegamaan. Contoh lainnya yaitu Sawan yang merupakan seni bernuansa kearaban/Timur Tengah, dipentaskan malam hari-hari besar Islam atau hajatan pribadi. Contoh lainnya: maulid, mandi safar, hadrat dan kasidah. Penulis juga mengupas peran penting kehadiran Masjid Rahmat di Desa Lutur sebagai pusat kegiatan kegamaan dan kemasyarakatan.

Islamisasi di Lutur dan Peran Masjid Rahmat; Kemarin dan Hari Ini
SKU Islamisasi_di_Lutur_dan_Peran_Masjid_Rahmat__Kemarin_dan_Hari_Ini
0

Bahasa adalah alat komunikasi. Bahasa memiliki ragam arti dan makna. Ada kata yang bisa terucapkan dalam komunikasi keseharian, namun arti etimologinya sangat susah untuk diketahui. Hal demikian ada dalam bahasa Lutur, salah satu bahasa daerah di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku.

Orang Lutur dan Kampung Lutur memiliki bahasa tersendiri. Ketika orang Lutur bepergian ke kampung tetangga atau orang Aru dari kampung lainnya berkunjung ke Kampung Lutur, maka komunikasi yang digunakan adalah bahasa Melayu, bahasa keseharian orang Maluku. Satu kata dalam bahasa Lutur bisa memiliki hingga enam arti dan makna. Disinilah letak pentingnya kehadiran kamus ini. Kamus ini disusun secara singkat dan praktis agar mudah dipergunakan oleh masyarakat.

Kamus ini memuat verba sekaligus kata dasar, dilengkapi dengan bahasa Melayu harian atau yang biasa digunakan oleh orang Lutur sejak dulu sampai saat ini. Setiap aksara atau diksi diberi pelafalan dengan abjad untuk mengetahui cara pengucapan bahasa Lutur. Pada setiap kata diberi contoh kalimat percakapan sehari-hari, dengan gaya Melayu lokal. Kamus ini diharapkan dapat menambah perbendaharaan kata dan wawasan dalam berbahasa Lutur.

cover kamus bahasa lutur
SKU Kamus_Bahasa_Lutur-Indonesia-Melayu
0

Buku ini mengelaborasi dimensi batin dari ibadah vertikal hamba kepada Allah, yaitu shalat, sekaligus juga interpretasi dimensi sosialnya. Menariknya, interpretasi spiritual dan sosial ini diperkaya dengan ragam petuah lisan dari tradisi masyarakat Tidore, Maluku Utara, yang dikenal dengan Borero Gosimo.

Sebagaimana diketahui, Tidore termasuk kerajaan Islam cukup tua di Nusantara. Sejak awal masuk, dakwah Islam disebarkan secara damai, berdamai dengan tradisi, dapat beradaptasi dengan budaya lokal sehingga menghasilkan wajah keislaman yang ramah khas Nusantara.

Kental dengan diksi bahasa sastrawi yang cukup indah, selain me-“makrifat”-kan ibadah, penulis juga mendialogkannya secara membumi dengan bentangan perjalanan sosial-histroris Islam di Nusantara, khususnya bumi Tidore, terutama sejak persentuhan rakyat Tidore dengan para Kolonialis dari Eropa yang kemudian melahirkan semangat perlawanan atas penjajah. Bercermin pada masa lalu bangsa yang lama terjajah, penulis menampilkan spirit reaktualisasi akar tradisi untuk menggapai kemajuan masyarakat Indonesia, termasuk warga Tidore, Maluku Utara.

cover borero gosimo
SKU Borero_Gosimo__Toma_Takbiratul_Ihram_Se_Salam
0

Dewasa ini, untaian pantun semakin sering disampaikan oleh para pejabat negara dan tokoh nasional serta daerah, di sela-sela sambutan mereka dalam sebuah acara. Pantun yang mereka sampaikan mampu mencairkan suasana. Seruan dan ajakan pada kebaikan tidak terasa sebagai intruksi memaksa manakala disampaikan dengan untaian pantun yang indah. Namun sebaliknya, audiens tersenyum riang saat mendengar pantun. Mereka tersentuh kesadarannya dengan cita rasa bahasa pantun yang riang, santun, indah dan penuh kearifan.

Buku ini mencoba menjadi bagian dari upaya untuk merawat tradisi pantun tersebut, berisi 100 pantun berbahasa daerah yaitu bahasa Lutur, Maluku. Setiap pantun diuraikan arti per kata dan arti lengkap dalam bahasa Indonesia, kemudian diuraikan makna yang terkandung dalam pantun. Dilihat dari segi kontennya, pantun yang tersaji dalam buku ini terdiri dari pantun agama, nasihat, peribahasa, kiasan, percintaan, serta pantun jenaka dan teka-teki. Kesemua jenis pantun tersebut mengandung pesan mendalam terkait pesan keagamaan, moral-etik, cinta, persaudaraan dan pesan kebaikan lainnya

Berikut ini adalah contoh pantun dalam buku ini:

Nagai bobir ifan aka sol abil
Rusa ner idom inalna
Eraka ida kasih fel sayang
Jo sakali pernah fui.
Anak elang jatuh ke rawa
Ditolong oleh menjangan rusa
Kasih dan sayang orang tua
Selalu ada sepanjang masa.

pantun rau jarjar lutur
SKU PANTUN_RAU_JARJAR_LUTUR__Menyelami_Nilai-nilai_Kearifan_Pantun_Rakyat_Maluku
0
Page 2 of 3