Jl. Dewi Sartika Gg Al-Khasiyun No. 22 Kel, Cipayung, Ciputat
0813-9527-8802

24/7 Customer Support

Call: 0813-9527-8802

Free Shipping Jakarta

Call us for information

Money Back Guarantee

45 days return Service

I can say without doubt that your team are a true pleasure to work with. They are easy to communicate with which make process smooth. Highly recommended.

Vijay , ABC infotech

  • Vijay
  • Joth Soe
  • Willium Smith
  • Lora smith

Exclusive This Month

Join 100,321 Happy readers And Get Access To Our Entire Collection Of 1000 ebooks For The Price Of One

We offer a 45 Day Money Back Guarantee, so joining is risk-free!

 
Sign Up Today

New arrivals

Featured Products

staff picks

Latest from our blog

We love to share our thoughts

Buku ini mengkaji mengenai praktik tasawuf sunni di salah satu pesantren di Sulawesi Selatan, yaitu Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, Wajo. Sebagai pesantren tertua di Sulawesi Selatan, berdiri 1930, As’adiyah telah banyak berkontribusi bagi pengembangan sumber daya manusia melalui proses pendidikan yang bertumpu pada nilai-nilai karakter akhlakul karimah sebagaimana tercermin dalam ajaran tasawuf yang dipelajari, dihayati, dan dipraktikkan sehari-hari.

Melalui tokoh-tokoh ulamanya yang sangat berpengaruh dan kharismatik di setiap fase sejarahnya, maka paham dan ajaran yang mereka sampaikan, termasuk aspek tasawuf, turut membentuk corak keislamanan masyarakat, bukan hanya warga sekitar, tetapi juga hampir menyentuh semua lapisan masyarakat di Sulawesi Selatan, bahkan hingga luar pulau.

Pengaruhnya yang cukup besar tersebut memantik penulis buku ini untuk mengkaji lebih mendalam bagaimana sebenarnya corak ajaran tasawuf yang dipahami, diajarkan dan dipraktikkan sehingga dapat menggerakkan para santri dan alumninya tumbuh menjadi insan yang bukan saja saleh secara individual tetapi saleh secara sosial, serta unggul dan kompetitif di berbagai bidang kehidupan berbekal ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum yang mereka peroleh selama di pesantren.

Seiring perkembangan zaman, pesantren juga menunjukkan respons yang positif beradaptasi dengan tuntutan modern dengan tetap berpegang pada nilai-nlai tradisi ajaran Islam, salah satunya tasawuf, sehingga penggunaan berbagai fasililtas teknologi informasi dan sarana modern lainnya, tetap berpijak pada asas keimanan dan akhlak terpuji.

Semoga buku ini dapat memperkaya khazanah kajian tentang pendidikan tasawuf di tanah air serta mudah-mudahan dapat diambil beberapa pelajaran berharga bagi pengembangan pendidikan karakter berbasis pada ajaran tasawuf.

Tasawuf Sunni di Tanah Bugis: Corak dan Praktik Pendidikan Tasawuf di Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang.
SKU Tasawuf_Sunni_di_Tanah_Bugis__Corak_dan_Praktik_Pendidikan_Tasawuf_di_Pondok_Pesantren_As___adiyah_Sengkang_
0

Anak usia dini sering disebut sebagai golden age. Seberapa baik proses pendidikan yang dilalui di usia emas ini, akan cukup berpengaruh pada kualitas karakter anak di tahap berikutnya hingga tumbuh dewasa. Untuk itulah, kehadiran lembaga pendidikan usia dini (PAUD) sangat berperan penting dalam rangka mencetak anak Indonesia yang sehat, cerdas, berakhlak dan berdaya saing global sehingga generasi emas Indonesia di tahun 2045 nanti dapat terwujud.

Buku ini hadir menyajikan kerangka teoritik-konseptual, sekaligus berisi panduan praktis bagi para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Teridiri dari 13 bab, buku ini dilengkapi dengan materi-materi bahan ajar pendidikan agama Islam untuk PAUD, meliputi: Tauhid, ibadah, doa harian dan kalimah thayyibah, akhlak dan baca tulis Al-Qur’an, serta kisah teladan dan pendidikan seks (tarbiyah jinsiyah) untuk anak.

Meskipun lembaga PAUD kini terus mengalami perkembangan di berbagai tempat, namun tantangan yang dihadapi saat ini tidaklah ringan. Diantaranya adalah arus disruptif dunia digital yang berdampak pada perubahan pola perilaku, tidak terkecuali pada anak. Selain tentu saja terdapat hal positif dari era digital, tetapi tidak sedikit pula dampak paparan negatif bagi anak, seperti konten kekerasan, pornografi, game online, dan sebagainya.

Ditulis oleh para akademisi dan praktisi bidang pendidikan anak, buku ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya merawat nilai-nilai akidah, syariah dan akhlak yang Islami bagi anak melalui proses pembelajaran di PAUD. Pembelajaran diselaraskan dengan tumbuh kembang anak usia dini, yang menekankan pada belajar yang menyenangkan, bermakna dan berpusat pada anak.

Buku ini merupakan pedoman untuk para guru PAUD di lingkungan jamiyah Persatuan Islam, namun tentunya relevan untuk dijadikan pegangan bagi para guru PAUD pada umumnya, serta dapat menjadi referensi bagi akademisi, pemerhati dan pemerintah.

Pedoman Pembelajaran Agama Islam PAUD PERSIS
SKU Pedoman_Pembelajaran_Agama_Islam_PAUD_PERSIS
0

Pendidikan multikultural pada hakikatnya merupakan ikhtiar strategis dalam membangun peradaban yang berkeadilan dan bermartabat di tengah masyarakat yang semakin plural dan dinamis. Keseluruhan pembahasan dalam buku ini menegaskan bahwa pendidikan tidak dapat direduksi hanya sebagai proses akademik formal, melainkan harus dipahami sebagai ruang pembentukan kesadaran etis, sosial, dan kultural yang berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, pendidikan multikultural berfungsi sebagai kerangka nilai yang menuntun praktik pendidikan agar berpihak pada kemanusiaan, keadilan, dan penghormatan terhadap keberagaman.

Pendidikan multikultural merupakan proses holistik yang melibatkan dimensi pedagogis, etis, sosial, dan kebijakan. Keberhasilannya tidak dapat dibebankan pada satu aktor, melainkan memerlukan sinergi antara guru, lembaga pendidikan, keluarga, masyarakat, dan pembuat kebijakan. Pendidikan multikultural bukan tambahan dalam sistem pendidikan, melainkan inti dari misi pendidikan itu sendiri.

Buku ini menempatkan pendidikan multikultural bukan sebagai pendekatan tambahan, melainkan sebagai orientasi nilai yang melekat dalam seluruh proses pendidikan. Nilai toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, keadilan sosial, dan tanggung jawab kolektif harus menjadi bagian dari budaya belajar dan kehidupan institusional. Pendidikan yang berakar pada nilai-nilai tersebut tidak hanya menghasilkan individu yang cakap secara intelektual, tetapi juga manusia yang memiliki kepekaan sosial dan komitmen kebangsaan yang kuat.

Pendidik Multikultural: Jejak, Peran, dan Implementasi Pendidikan di Era Global
SKU Pendidik_Multikultural__Jejak__Peran__dan_Implementasi_Pendidikan_di_Era_Global
0

Buku ini menyajikan berbagai sisi warna keteladanan hidup yang terpancar dari sosok kyai terkemuka, yaitu Kyai Haji Hatim Fanani, salah seorang pimpinan Pondok Pesantren Daar el-Qolam, Tangerang, Banten (wafat 2023). Banyaknya jumlah santri yang mondok di pesantren ini menunjukkan besarnya pengaruh kyai kelahiran Trenggalek 28 November 1949. Wafat pada 28 Okotober 2023 yang lalu, beliau mewariskan ilmu dan amal kebaikan yang teramat berharga dan menginspirasi, baik untuk santri dan para alumninya serta bagi masyarakat dan bangsa ini pada umumnya.

Kyai Hatim Fanani merupakan figur kyai yang lembut berwibawa, yang menjadi mata air inspirasi bagi ribuan santri dan ratusan guru (ustadz) Pesantren Daar el-Qolam. Ia adalah ikon kedisiplinan yang disegani dan dihormati, yang tutur kata lembutnya malah meneguhkan wibawanya sebagai Ketua Majelis Guru atau figur kedua setelah pucuk pimpinan pesantren. Ustadz Hatim merupakan salah satu pilar di balik pesatnya kemajuan Daar el-Qolam (Darqo), yang kini berdiri megah di pelataran seluas 42 hektar dengan santri 5800-an dan lebih dari 400 guru. Ia diberi tugas oleh Kyai Zarkasyi Gontor untuk mengabdi membantu Kyai Ahmad Rifa‘i Arief pada pertengahan 1974, ketika santri Darqo baru berjumlah kurang dari 100 atau sekitar 6 tahun setelah pesantren ini berdiri tahun 1968.

Selain mengungkap ragam laku keteladan dari sang Kyai, dalam buku ini juga, pembaca diajak untuk menyelami pesan-pesan ajaran Islam yang sering disampaikan oleh beliau dalam berbagai kesempatan. Antara lain mengenai ilmu dan keutamaan bagi para pencari ilmu, kewajiban menjaga shalat lima waktu, membiasakan shalat malam dan keutamannya, pentingnya sabar dan bersyukur atas nikmat, serta berbagai aspek yang berkaitan dengan akhklakul karimah yang mesti ditunaikan oleh setiap muslim.

Kyai Hatim Ustadz Mumtaz: Bapak Ribuan Santri, Mutiara Teladan dan Ajaran
SKU Kyai_Hatim_Ustadz_Mumtaz__Bapak_Ribuan_Santri__Mutiara_Teladan_dan_Ajaran
0
Page 1 of 2