Buku ini menyuguhkan kajian aspek sejarah, filsafat, dan praktik pendidikan Islam. Setiap bab dirancang untuk menelusuri hubungan antara akal, wahyu, dan amal, sekaligus menyoroti dinamika pendidikan Islam dari masa klasik hingga kontemporer. Proses ini menegaskan bahwa pendidikan Islam bukan sekadar transfer ilmu, tetapi laboratorium peradaban yang membentuk akal, etika, dan kesadaran spiritual secara bersamaan.
Kajian terhadap tokoh-tokoh klasik dan modern memperlihatkan bahwa integrasi antara tradisi dan inovasi merupakan kebutuhan mendesak. Pesantren, madrasah, dan lembaga pendidikan Islam lainnya muncul sebagai pusat reproduksi ilmu, iman, dan budaya yang mampu menyeimbangkan nilai-nilai tradisional dengan tuntutan zaman. Nilai-nilai Aswaja, epistemologi integratif, dan prinsip moderasi menjadi landasan strategis dalam membentuk kurikulum yang relevan dan transformatif.
Buku ini menekankan urgensi menghadapi tantangan kontemporer, seperti disrupsi teknologi, globalisasi, dan fragmentasi nilai. Pendidikan Islam moderat, humanistik, dan berbasis hikmah menjadi jawabannya. Pendidikan Islam sejatinya bukan sekadar mengajarkan ilmu, tetapi membentuk karakter, kesadaran sosial, dan kemampuan berpikir kritis untuk membangun masyarakat yang adil dan beradab.
Buku ini diharapkan dapat menjadi peta intelektual dan spiritual bagi setiap pembaca yang ingin menelusuri perjalanan pendidikan Islam dalam membangun peradaban masa depan.
| Penulis |
Aep Saepullah, S. Ag. |
|---|---|
| Cetakan |
I, 2026 |
| Ukuran |
14,5 x 21 cm |
| Tebal |
374 halaman |
| Penerbit |
Media Kalam |
| ISBN |
978-634-7596-01-7 |
| Dimension (L x W x H) | 0 x 0 x 0 |
| Weight | 0 |