Jl. Dewi Sartika Gg Al-Khasiyun No. 22 Kel, Cipayung, Ciputat
0813-9527-8802

Budaya

  • about1
  • about2
  • about3

Profil Penerbit Media Kalam

Penerbit Media Kalam hadir di tengah khazanah kepustakaan di tanah air, mencoba turut-serta membangun budaya literasi di tengah tantangan dunia digital dewasa ini. Berbagai genre buku dihadirkan, sejak tema keagamaan, sosial-politik, humaniora dan hukum.

Media Kalam membuka peluang kerjasama penerbitan naskah, baik lembaga atau perorangan. Buku yang diterbitkan dikerjakan oleh tim editor dan desainer yang berpengalaman. Selain itu, buku juga ditayangkan di situs resmi Media Kalam.

Penerbit Media Kalam
Mencerahkan, Menyejukkan

Buku ini berisi kumpulan pantun dengan menggunakan berbagai bahasa daerah yang dikenal di wilayah Maluku Utara dan Maluku. Keragaman bahasa pantun dalam buku ini melukiskan pluralitas masyarakat Maluku dan Maluku Utara. Masing-masing-masing etnik mempunyai kekayaan, kearifan dan keunikan bahasa. Maluku dan Maluku Utara merupakan wilayah kepulauan dengan dengan beragam suku, etnis serta ras. Keragaman itu sebagai penanda adanya keragaman tutur pola kata dalam berkomunikasi.

Setiap pantun yang tersaji dalam buku ini, disertai terjemah Bahasa Indonesia serta pemaparan makna yang terkandung. Makna-makna yang digali tersebut berupa nilai-nilai keluhuran etik-moral-keagamaan dalam pesan pantun, sehingga selain mengandung estetika, dalam pantun juga tergali pesan-pesan moral dan pengetahuan.

Berikut contoh pantun yang menggunakan bahasa Laloda sebagaimana terdapat pada halaman 4:

Bole guruci ta aho to side tasakahi
Ngai moi peti madokuka
Ai nagi o,guraci bisa to fang
Duma siningga to sone deka to aho

Artinya;
Pisang emas kubawa berlayar
masak sebiji di atas peti
utang emas bisa kubayar,
utang budi membawa mati.

Kemudian, pantun ini diberi penjelasan makna oleh penulis sebagai berikut:

Diksi pada bait-baitnya terlihat bahwa ini Ini adalah pantun kiasan. “Bole guruci ta aho to side tasakahi”, pisang emas kubawa berlayar. Pada hakikatnya manuisa itu selalu berada dalam kekurangan. Dan bahkan manusia tidak akan bebas dan suci dari permasalahan dalam hidup dan kehidupan ini.

Utang berupa benda atau utang sebesar apapun bisa dibayar tapi utang berupa lisan atau perbuatan sulit dimaafkan hingga dibawa mati. Melakukan sebuah kesalahan kepada seseorang dalam bentuk fisik ataupun merupakan ungkapan lisan sebaiknya dihindari. Mencemohkan, menghina, mencaci maki adalah perbuatan atau ungkapan yang tidak wajar dalam berkehidupan. Karena semua itu tidak dapat dibayar dengan hanya ungkapan “maaf”.

Suara batin yang berteriak tentang kemuliaan jiwa, sikap rendah hati, tawadhu, dan kasih sayang dibungkam oleh jiwa yang sombong, takabur, riyah sum’ah, yang kemudian menyebabkan manusia lengah dan tertipu oleh seluruh perilaku dirinya. “Duma siningga to sone deka to aho” utang budi membawa mati. Olehnya itu, manusia harus melakukan perenungan diri. Bahwa dirinya tidak akan abadi dengan kediriannya. Tetapi kebahagiaan itu akan didapat dan digapai dari keberadaan orang lain. Kehadiran orang lain itu yang akan menjadi utang budi yang selalu terkenangkan dalam berkehidupan.

450 Pantun Gaul Bahasa Daerah Maluku Utara dan Maluku
SKU J005
170,000

Islam hadir dalam bentangan cerita berkepanjangan. Para penganutnya hidup secara dinamis. Buku ini sangat penting karena menggarisbawahi peran sentral Islam, sebagai jendela dan pintu masuk memahami berbagai aspek kehidupan manusia. Islam merambah dunia dengan tata pikir yang beragam. Mulai dari kehadirannya, penyebarannya sampai dengan keberadaannya menuai pendapat dan teori yang tak terhitung jumlahnya.

Judul yang tersemat pada buku ini menggambarkan suasana perkembangan Islam dalam bentangan wilayah yang sangat jauh dan panjang. Mengetengahkan perkembangan Islam dari tanah Arab dengan runtutan peristiwa dan kejadian dari dan antar umat Islam serta para pemeluk agama lainnya, hingga sampai di Indonesia. Mengerucut konteks kewilayahan lokalitas di Maluku Utara, Moloku Kie Raha, dengan warna Islamnya dengan corak khasnya melalui ragam budaya dan tradisi seperti terkaktualkan dalam sastra lisam dan tradisi lainnya.

Pembaca disuguhkan dengan ragam episode kesejarahan Islam yang penting, dirangkai dalam 14 bab, antara lain: Empat Khalifah dalam Relasi Jaringan Islamisasi, Pola fokus Dinasti Abbasiyah; Perdagangan dan Pengetahuan, Perang Salib dalam Bentangan Waktu, Lintasan Islam Awal di Tanah Andalusia. Kemudian judul bab berikutnya yaitu: Delapan Abad; Titik Nadir Islam di Tanah Andalusia, Jerusalem; Kota Suci Yahudi, Kristen dan Islam, Gerakan Tiga “G” (Penjajahan Barat Atas Dunia Islam di Indonesia). Pada bagian berikutnya diangkat tema seputar tradisi Islam di Maluku Utara, yaitu mengenai: Kebudayaan Islam di Ternate; Polarisasi Hukum Islam Pada Masa Bayanullah, Jou Se Ngofa Ngare; Paradigma Hukum Islam yang Tersimpul, “Ngoku Adat”; Jenis dan Maknanya; Keragaman Budaya Moloku Kie Raha. Selanjutnya tentang Coko Soruko (Nilai, Fungsi dan Maknanya), Sastra Lisan Moloku Kie Raha; Literasi Tentang Tuhan, Alam dan Manusia, Fanten; Simpulan Keragaman di Tanah Fagogoru dan terakhir tentang Perkawinan di Ternate; Jenis dan Polarisasinya.

kebudayaan islam dari jazirah nabi sampai kaha kolano
SKU Kebudayaan_Islam__Dari_Jazirah_Nabi_Sampai_Kaha_Kolano
0

Dewasa ini, untaian pantun semakin sering disampaikan oleh para pejabat negara dan tokoh nasional serta daerah, di sela-sela sambutan mereka dalam sebuah acara. Pantun yang mereka sampaikan mampu mencairkan suasana. Seruan dan ajakan pada kebaikan tidak terasa sebagai intruksi memaksa manakala disampaikan dengan untaian pantun yang indah. Namun sebaliknya, audiens tersenyum riang saat mendengar pantun. Mereka tersentuh kesadarannya dengan cita rasa bahasa pantun yang riang, santun, indah dan penuh kearifan.

Buku ini mencoba menjadi bagian dari upaya untuk merawat tradisi pantun tersebut, berisi 100 pantun berbahasa daerah yaitu bahasa Lutur, Maluku. Setiap pantun diuraikan arti per kata dan arti lengkap dalam bahasa Indonesia, kemudian diuraikan makna yang terkandung dalam pantun. Dilihat dari segi kontennya, pantun yang tersaji dalam buku ini terdiri dari pantun agama, nasihat, peribahasa, kiasan, percintaan, serta pantun jenaka dan teka-teki. Kesemua jenis pantun tersebut mengandung pesan mendalam terkait pesan keagamaan, moral-etik, cinta, persaudaraan dan pesan kebaikan lainnya

Berikut ini adalah contoh pantun dalam buku ini:

Nagai bobir ifan aka sol abil
Rusa ner idom inalna
Eraka ida kasih fel sayang
Jo sakali pernah fui.
Anak elang jatuh ke rawa
Ditolong oleh menjangan rusa
Kasih dan sayang orang tua
Selalu ada sepanjang masa.

pantun rau jarjar lutur
SKU PANTUN_RAU_JARJAR_LUTUR__Menyelami_Nilai-nilai_Kearifan_Pantun_Rakyat_Maluku
0

Buku ini menyoroti perkembangan usaha hotel yang berbasis pada syariah serta bagaimana hotel syariah tersebut kehadirannya didukung oleh masyarakat serta pemerintah daerah. Hotel syariah sangat berkontribusi positif bagi terciptanya iklim pariwisata yang aman dan nyaman serta membawa kemaslahatan bagi para wisatawan yang berkunjung.

Dengan memotret model salah satu hotel di Kota Ternate yaitu Muara Ternate, penulis mencoba mengajukan sebuah model penerapan nilai-nilai syariah dalam penyelenggaran hotel, seperti fasilitas ibadah, contohnya tersedianya petunjuk arah kiblat, mukena/sarung, mushala/masjid yang representatif, tempat berwudhu, dan lain-lain. Selain itu juga hotel tidak menyediakan semua jenis makanan-minuman yang tidak halal dan tidak juga diperbolehkan tamu membawa lawan jenis bukan pasangan sah. Tamu tidak diperkenankan membawa minuman beralkohol, narkoba, serta makanan-minuman yang tidak halal lainnya. Ditampilkan juga seni budaya daerah yang menunjukkan watak keramahan Islam yang telah adaptif dengan kearifan lokal.

Lebih lanjut, penulis mencoba memperlihatkan dalam buku ini bahwa usaha hotel berbasis syariah di Kota Ternate sangatlah potensial. Hal ini karena didukung oleh beberpa aspek, antar lain: letak geografis, jumlah penduduk yang mayoritas Islam sebesar 96,49%, aspek daya tarik wisata kota Ternate, aspek kunjungan wisata, serta aspek ketersediaan hotel dan penginapan yang dapat dikelola secara syariah.

Aspek lain yang menunjang yaitu program Kementerian Pariwisata yang akan mengembangkan Kota Ternate sebagai Destinasi Wisata Halal Provinsi Maluku Utara. Dukungan dari Pemerintah Daerah dan DPRD juga sudah terlihat sehingga akan mendorong pembuatan Peraturan Kepala Daerah atau Peraturan Daerah tentang hotel syariah. Demikian pula tokoh agama dan tokoh adat serta para pengguna hotel, sangat mendukung adanya hotel syariah tersebut.

Potensi Usaha Hotel Syariah di Kota Ternate
SKU Potensi_Usaha_Hotel_Syariah_di_Kota_Ternate
0

Buku ini mengelaborasi dimensi batin dari ibadah vertikal hamba kepada Allah, yaitu shalat, sekaligus juga interpretasi dimensi sosialnya. Menariknya, interpretasi spiritual dan sosial ini diperkaya dengan ragam petuah lisan dari tradisi masyarakat Tidore, Maluku Utara, yang dikenal dengan Borero Gosimo.

Sebagaimana diketahui, Tidore termasuk kerajaan Islam cukup tua di Nusantara. Sejak awal masuk, dakwah Islam disebarkan secara damai, berdamai dengan tradisi, dapat beradaptasi dengan budaya lokal sehingga menghasilkan wajah keislaman yang ramah khas Nusantara.

Kental dengan diksi bahasa sastrawi yang cukup indah, selain me-“makrifat”-kan ibadah, penulis juga mendialogkannya secara membumi dengan bentangan perjalanan sosial-histroris Islam di Nusantara, khususnya bumi Tidore, terutama sejak persentuhan rakyat Tidore dengan para Kolonialis dari Eropa yang kemudian melahirkan semangat perlawanan atas penjajah. Bercermin pada masa lalu bangsa yang lama terjajah, penulis menampilkan spirit reaktualisasi akar tradisi untuk menggapai kemajuan masyarakat Indonesia, termasuk warga Tidore, Maluku Utara.

cover borero gosimo
SKU Borero_Gosimo__Toma_Takbiratul_Ihram_Se_Salam
0
Page 1 of 3